Eksplorasi Etnomatematika Pada Kue Tradisional Pekalongan Sebagai Media Belajar Matematika

Authors

  • Abdulah Abdulah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Aisyah Ummaroh Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Umi Salmia Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Rizqi Fadlilah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Nurul Husnah Mustika Sari Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.21831/pspmm.v8i2.308

Keywords:

Kue Tradisional Pekalongan, Etnomatematika, Eksplorasi

Abstract

Abstrak—Kebudayaan di Indonesia sangat beraneka ragam dan sudah berkembang di lingkungan masyarakat. Banyak yang tidak menyadari jika budaya tersebut mengandung konsep-konsep matematika di dalamnya. Konsep matematika yang terkandung dalam budaya dapat disebut dengan etnomatematika. Etnomatematika sendiri bisa diartikan sebagai matematika yang diaplikasikan diantara kelompok budaya yang diidentifikasikan dalam kelompok guru, anak-anak dari kelas professional, serta kelompok anak-anak usia tertentu. Tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui jenis-jenis kue tradisional apa saja yang terdapat di wilayah Pekalongan dan mengetahui aspek- aspek matematis apa saja yang terdapat dalam berbagai bentuk kue tradisional di Wilayah Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Instrumen yang ada dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan tidak dapat digantikan oleh orang lain. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan merupakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Ada berbagai jenis kue tradisional yang berasal dari Pekalongan atau banyak ditemukan di Pekalongan, seperti kue Lumpang, kue Apem Kesesi, kue Gemblong, kue Lupis, dan kue Iwel-iwel. Hasil penelitian ini adalah konsep-konsep matematika yang terkandung dalam kue tradisional Pekalongan yaitu lingkaran, tabung, balok, dan limas. Bentuk-bentuk geometri datar dan ruang yang terdapat pada kue tradisional Pekalongan dapat dihubungkan ke permasalahan-permasalahan matematika khususnya yang terdapat pada sekolah dasar (SD). Sehingga diharapkan mampu digunakan sebagai sumber belajar yang baru. Kata kunci: Kue Tradisional Pekalongan, Etnomatematika, Eksplorasi Abstract—Culture in Indonesia is very diverse and has developed in the community. Many do not realize that this culture contains mathematical concepts in it. Mathematical concepts embodied in culture can be called ethnomathematics. Ethnomatematics itself can be interpreted as mathematics applied among cultural groups identified in teacher groups, children from professional classes, and groups of children of certain ages. The purpose of the research is to find out what types of traditional cakes are found in the Pekalongan region and to find out what mathematical aspects are found in various forms of traditional cakes in the Pekalongan Region. This study used a qualitative research method with an ethnographic approach. The instruments in this study are the researchers themselves and cannot be replaced by others. Data collection is done by way of interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study are the mathematical concepts contained in traditional Pekalongan cakes such as circles, tubes, blocks, and pyramids. There are various types of traditional cakes originating from Pekalongan or commonly found in Pekalongan, such as Lumpang cakes, Apem Kesese cakes, Gemblong cakes, Lupis cakes, and Iwel-iwel cakes. These flat geometric shapes and spaces found in traditional Pekalongan cakes can be connected to mathematical problems, especially those found in elementary schools. So it is hoped that it can be used as a new learning resource. Keywords: Pekalongan Traditional Cakes, Ethnomathematics, Exploration

References

D. Fitriani and A. Putra, “Systematic Literature Review (SLR): Eksplorasi Etnomatematika pada Makanan Tradisional,” J. Math. Educ. Learn., vol. 2, no. 1, pp. 18–26, 2022, doi: 10.19184/jomeal.v2i1.29093.

R. Richardo, “Peran Ethnomatematika dalam Penerapan Pembelajaran Matematika Pada Kurikulum 2013,” LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan), vol. 7, no. 2, pp. 118–125, 2017.

S. I. Lubis, A. Mujib, and H. Siregar, “Eksplorasi Etnomatematika pada Alat Musik Gordang Sambilan,” Edumatika J. Ris. Pendidik. Mat., vol. 1, no. 2, p. 1, 2018, doi: 10.32939/ejrpm.v1i2.246.

M. S. A. M. Minah and N. Izzati, “Etnomatematika pada Makanan Tradisional Melayu Daik Lingga Sebagai Sumber Belajar,” vol. 5, pp. 1–7, 2021, doi: https://doi.org/10.24036/jep/vol5-iss1/552.

N. T. Huda, “Etnomatematika Pada Bentuk Jajanan Pasar di Daerah Istimewa Yogyakarta,” JNPM (Jurnal Nas. Pendidik. Mat., vol. 2, no. 2, p. 217, 2018, doi: 10.33603/jnpm.v2i2.870.

R. Rakhmawati, “Aktivitas Matematika Berbasis Budaya pada Masyarakat Lampung,” Al-Jabar J. Pendidik. Mat., vol. 7, no. 2, pp. 221–230, 2016, doi: 10.24042/ajpm.v7i2.37.

M. P. Sari and H. L. Dewi, “Analisis Higher Order Thinking Skills ( HOTS ) pada Model Pembelajaran Problem-Based Learning Berbasis Etnomatematika,” SANTIKA Semin. Nas. Tadris Mat. 2, pp. 401–416, 2022.

F. N. Hasanah, D. K. Fajri, O. Y. Fitriyani, and N. Sari, “Eksplorasi Etnomatematika pada Sarung Tenun Goyor Pemalang,” SANTIKA Semin. Nas. Tadris Mat. 2, pp. 139–146, 2022.

N. Khikmah and F. P. Sabrina, “Etnomatematika Dalam Motif Batik Jlamprang Kota Pekalongan Sebagai Penerapan Konsep Geometri Transformasi,” Semin. Nas. Pendidik. Mat., vol. 2, no. 1, pp. 127–134, 2021.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D (Cetakan Ke 26). 2019.

A. Amalia, S. Syamsuri, and I. Ihsanudin, “Eksplorasi Etnomatematika Batik Krakatoa Cilegon sebagai Sumber Belajar Matematika SMP,” Wilan. J. Inov. dan Ris. Pendidik. Mat., vol. 2, no. 1, p. 36, 2021, doi: 10.56704/jirpm.v2i1.11640.

Published

2023-03-24